Langsung ke konten utama

Christian Dior Menggelar Pagelaran Busana di Museum Kuno


Rumah Mode Christian Dior merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan menggelar pagelaran busana di museum kuno, Les Invalides di Paris.

Sejumlah nama tenar di dunia mode tercatat pernah berada dan membesarkan Rumah Mode Christian Dior yang menjadi lambang status dalam pergaulan dunia.

Keberhasilan rumah mode tersebut tentu tak lepas dari kreasi awal si empunya nama, Christian Dior.

Perancang mode yang lahir pada 21 Januari 1905 dan meninggal pada 23 Oktober 1957 itu tampil sebagai sosok inspiratif dengan berbagai karya modenya yang mampu menyihir dunia.

Namun, semua itu tak lahir dengan mudah. Berbagai kontradiksi sempat mengawali perjalanan hidup Dior. Antara pilihan dan keharusan, begitulah Dior mengayuh langkah selagi muda.

Membuat pemberontakan kecil terhadap keluarga dan akhirnya berjuang menghidupi dirinya sendiri hingga sukses dan mengakhiri kejayaan di ujung serangan jantung menjadi penutup perjalanan hidup Dior.

Seperti ditulis biography.com, Dior yang mengenyam pendidikan di École des Sciences Politiques ini lahir di Granville, Prancis utara dan meninggal di Montecatini, Italia.

Nama Christian Dior mulai popular pasca Perang Dunia II. Hal itu terjadi pada tahun 1947.

Popularitas Dior mencuat karena karyanya yang mampu melintasi keterbatasan masa perang dan memunculkan kembali aspek kefemininan yang kontras di masa itu. Dior menjadikan kemewahan fashion wanita sebagai fokus.

Inovasi desain sekaligus terobosan bisnis membuat Dior tampil sebagai perancang busana paling sukses di dunia.

Sebelum ajal merenggutnya di usia 52 tahun, Dior berhasil mengukir berbagai prestasi di dunia mode. Busana rancangannya menjadi buruan artis film, dan dari aspek bisnis, royalty juga terus mengalir.

Paksaan Orang Tua

Semasa muda, pria kelahiran Granville, sebuah kota tepi pantai di utara Prancis, ini sudah menunjukkan minatnya pada seni.

Anak kedua dari lima bersaudara keluarga Alexandre Louis Maurice Dior, pemilik produsen pupuk yang sangat sukses, dan istrinya, Isabelle, ini berminat untuk menjadi seorang arsitek.

Namun, Dior harus tunduk pada keinginan ayahnya. Tahun 1925, Dior mendaftarkan diri di École des Sciences Politiques untuk memulai studinya dalam ilmu politik. Orang tuanya mencita-citakan Dior akan menjadi diplomat seusai bekerja.

Pemberontakan kecil mulai terjadi usai tamat kuliah. Setelah lulus pada tahun 1928, Dior membuka sebuah galeri seni kecil dengan modal dari ayahnya.

Namun, dukungan keuangan itu disertai syarat, nama keluarga tidak akan muncul di atas pintu galeri tersebut.

Galeri Tutup, Jual Sketsa

Dalam beberapa tahun, galeri Dior menangani karya seniman terkenal seperti Georges Braque, Pablo Picasso, Jean Cocteau dan Max Jacob.

Namun, usaha ini tak berlangsung lama. Tahun 1931 Dior terpaksa menutup galeri. Kematian kedua kakaknya, disusul ibunya, juga kehancuran bisnis ayahnya, membuat geleri hanya bertahan setahun.

Setelah penutupan galeri, Dior mulai menjual sketsa busana untuk menutupi biaya hidupnya.

Tahun 1935, Dior mendapat pekerjaan sebagai ilustrator majalah Figaro Illustré. Beberapa tahun kemudian, Dior bekerja sebagai asisten desain pada desainer asal Paris Robert Piguet.

Namun, Perang Dunia II membuat Dior harus kembali kehilangan sentuhan dengan dunia seni. Ia malah memasuki dunia yang kontras, menjadi tentara Prancis sebagai perwira militer di selatan Prancis.

Kekalahan Prancis atas Jerman pada tahun 1940 menjadi berkah tersendiri bagi Dior. Ia kembali ke Paris dan bersentuhan lagi dengan dunia seni. Dior bekerja di perancang busana Lucien Lelong.

Sepanjang sisa tahun perang, rumah desain Lelong senantiasa mendapat tugas mendandani para wanita kolega pasukan Nazi dan Prancis.

Pada masa ini, adik perempuan Dior, Catherine, bergabung dalam kelompok Perlawanan Perancis. Dia ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi, tapi selamat, dan akhirnya dibebaskan pada tahun 1945.

Nama Besar Dunia Mode

Pengalaman demi pengalaman membuat Dior akhirnya muncul sebagai nama besar di dunia mode, hingga akhirnya maut menjemput.

Tahun 1957, beberapa bulan setelah tampil di sampul majalah Time, Christian Dior pergi ke Italia untuk berlibur ke kota Montecatini.

Pada 23 Oktober 1957, ia menderita serangan jantung yang ketiga dan meninggal, pada usia 52 tahun.

Jenazah Dior dijemput pesawat pribadi Marcel Boussac untuk dimakamkan di Paris.

Pemakaman Dior dihadiri sekitar 2.500 orang, termasuk seluruh stafnya dan banyak kliennya yang paling terkenal.

Dia dimakamkan di Cimetière de Callian, di Var, Prancis.

Pada saat kematiannya, Rumah Mode Dior telah menghasilkan lebih dari $ 20 juta per tahun. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Dijual Murah Harga Dibawah 200 Juta

Di era yang modern  ini masih banyak orang yang belum memiliki hunian sendiri. Banyak sekali faktor-faktor yang menghambat hal tersebut. Salah satunya adalah masalah faktor keuangan yang minim. Padahal dengan memiliki rumah sendiri pastinya membuat hidup menjadi indah dan damai. Bukan suatu hal yang sulit dan mustahil lagi untuk bisa memiliki rumah sendiri seperti yang didambakan. Bahkan dengan harga di bawah 200 juta sekalipun Anda sudah bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan. Bukankah hal itu adalah tawaran yang menggiurkan bukan? Hanya dengan mengeluarkan uang dibawah 200 juta Anda akan segera bisa menempati hunian Anda sendiri.
Rumah Dijual Murah Dengan 4 Kamar Tidur
Fasilitas rumah yang lengkap tentunya adalah hal yang banyak dicari. Dengan fasilitas rumah yang lengkap tidak akan menghambat aktivitas Anda. selain itu Anda juga akan merasa nyaman berada dirumah Anda sendiri. Rumah bukan hanya sebagai tempat kita untuk beristirahat saja, namun rumah juga adalah tempat kita untuk …

Cara Tampil Cantik di Hari Lebaran

Jika biasanya kamu mengaplikasikan makeup natural di Hari Raya, kini waktunya tampil beda dan lebih berani!
L’Oréal Paris memberikan tips mengeksplorasi lebih dalam warna-warna trendi dengan mencoba inspirasi #MyMagiqueLook dalam pilihan gaya “Radiant Edgy Look” atau “Radiant Charming Look” dan tinggal pilih mana yang kamu suka.
Kedua gaya tersebut akan mempercantik penampilan di acara khusus hingga perayaan besar Hari Raya Idul Fitri yang segera datang.
Intinya fokuskan kecantikan kamu lewat permainan lipstik warna Bright and Bold. Tunjukkan tampilan lebih fresh, fashionable, dan elegan. • Cushion Foundation pada kulit wajah untuk hasil akhir riasan silky matte yang flawless. • Riasan bagian mata,  pilih warna natural agar mata tetap terlihat fresh. • Oleskan Mascara yang akan membuat mata lebih ekspresif. • Dengan warna lipstik yang cerah dari akan memaksimalkan riasan kamu untuk tampil lebih fresh dan elegan di perayaan besar
Kamu yang senang tampil beda bisa memilih warna dalam nuansa Darkly Sexy.…

Pemerintah Fokus Undang-undang Pemajuan Kebudayaan

Terdapat 10 objek yang menjadi fokus Undang-undang Pemajuan Kebudayaan yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional. Objek-objek tersebut berpotensi untuk dikembangkan.
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, saat ini Indonesia memiliki ribuan bahkan ratusan ribu objek kebudayaan.
Jika sekarang ini kita lihat jumlah suku bangsa di Indonesia dan kemudian masing-masing dibuatkan matriksnya ada gambaran tentang kompleksitas. Sebab, setiap objek ini masih bisa diturunkan,” tambahnya.
Oleh karena itulah, imbuhnya, dibutuhkan strategi kebudayaan yang mampu menjawab, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan. Dia mengungkapkan, kini pihak Ditjen sendiri tengah merancang induk pemajuan yang akan melibatan kabupaten/kota, provinsi hingga ke tingkat nasional.
Dari strategi kebudayaan itu dapat disusun perencanaan induk permajuan dan semua yang direncanakan di awa…