Langsung ke konten utama

Mizuma Art Gallery Gelar Pameran di Jepang


Sejumlah seniman Indonesia, Heri Dono, Agan Harahap, Indieguerillas, Angki Purbandono berpartisipasi pada pameran bertajuk Traces of the Future: Contemporary Art from Southeast Asia di Shinjuku-ku Tokyo, pada 21 Juni hingga 15 Juni mendatang.

Digelar oleh Mizuma Art Gallery, pameran tersebut dikuratori oleh Hermanto Soerjanto. Selain seniman Indonesia, pameran itu juga dimeriahkan oleh seniman dari Filipina Mark Justiniani dan Roberto Zhao Renhui, seniman asal Singapura.

Dikutip dari @mizumagallery, Rabu (21/6/2017), pameran ini merupakan penampilan perdana seniman Agan Harahap di Jepang.

Pemilik nama lengkap Yohanes Paganda Halasan Harahap itu sendiri dikenal lewat karya-karya fotografinya yang manipulatif. Karya tersebut menghasilkan kombinasi antara satir dan parodi di kehidupan sosial. Lantaran keunikannya tersebut karya-karya Agan pun kerap mewarnai sosial media.

Sementara itu nama Heri Dono sudah tak diragukan lagi dalam jagat seni rupa Indonesia. Bahkan nama Heri Dono cukup dikenal di kalangan seni rupa internasional. Sejak 1990, Heri telah mengikuti berbagai residensi baik di dalam maupun luar negeri seperti Swiss, Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Adapun Indieguerillas merupakan nama untuk duo seniman dari Jogjakarta. Mereka adalah Santi Ariestyowanti dan Dyamtiko ‘Miko’ Bawono. Keduanya merupakan alumni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Selain dikenal karena ketertarikan pada cerita rakyat, Indieguerillas juga dikenal karena kemampuan mereka dalam menciptakan efek visual dan eksperimen antar media dalam karya-karyanya.

Lahir pada 24 September 1971, Angki Purbandono pertama kali mengikuti pameran pada 1997 di Jogjakarta. Gaya yang diterapkan Angki pada karyanya tergolong jarang di Inonesia yaitu scanography. Dia meletakan objek yang hendak diambil citranya menggunakan scanner.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Dijual Murah Harga Dibawah 200 Juta

Di era yang modern  ini masih banyak orang yang belum memiliki hunian sendiri. Banyak sekali faktor-faktor yang menghambat hal tersebut. Salah satunya adalah masalah faktor keuangan yang minim. Padahal dengan memiliki rumah sendiri pastinya membuat hidup menjadi indah dan damai. Bukan suatu hal yang sulit dan mustahil lagi untuk bisa memiliki rumah sendiri seperti yang didambakan. Bahkan dengan harga di bawah 200 juta sekalipun Anda sudah bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan. Bukankah hal itu adalah tawaran yang menggiurkan bukan? Hanya dengan mengeluarkan uang dibawah 200 juta Anda akan segera bisa menempati hunian Anda sendiri.
Rumah Dijual Murah Dengan 4 Kamar Tidur
Fasilitas rumah yang lengkap tentunya adalah hal yang banyak dicari. Dengan fasilitas rumah yang lengkap tidak akan menghambat aktivitas Anda. selain itu Anda juga akan merasa nyaman berada dirumah Anda sendiri. Rumah bukan hanya sebagai tempat kita untuk beristirahat saja, namun rumah juga adalah tempat kita untuk …

Cara Tampil Cantik di Hari Lebaran

Jika biasanya kamu mengaplikasikan makeup natural di Hari Raya, kini waktunya tampil beda dan lebih berani!
L’OrĂ©al Paris memberikan tips mengeksplorasi lebih dalam warna-warna trendi dengan mencoba inspirasi #MyMagiqueLook dalam pilihan gaya “Radiant Edgy Look” atau “Radiant Charming Look” dan tinggal pilih mana yang kamu suka.
Kedua gaya tersebut akan mempercantik penampilan di acara khusus hingga perayaan besar Hari Raya Idul Fitri yang segera datang.
Intinya fokuskan kecantikan kamu lewat permainan lipstik warna Bright and Bold. Tunjukkan tampilan lebih fresh, fashionable, dan elegan. • Cushion Foundation pada kulit wajah untuk hasil akhir riasan silky matte yang flawless. • Riasan bagian mata,  pilih warna natural agar mata tetap terlihat fresh. • Oleskan Mascara yang akan membuat mata lebih ekspresif. • Dengan warna lipstik yang cerah dari akan memaksimalkan riasan kamu untuk tampil lebih fresh dan elegan di perayaan besar
Kamu yang senang tampil beda bisa memilih warna dalam nuansa Darkly Sexy.…

Pemerintah Fokus Undang-undang Pemajuan Kebudayaan

Terdapat 10 objek yang menjadi fokus Undang-undang Pemajuan Kebudayaan yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional. Objek-objek tersebut berpotensi untuk dikembangkan.
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, saat ini Indonesia memiliki ribuan bahkan ratusan ribu objek kebudayaan.
Jika sekarang ini kita lihat jumlah suku bangsa di Indonesia dan kemudian masing-masing dibuatkan matriksnya ada gambaran tentang kompleksitas. Sebab, setiap objek ini masih bisa diturunkan,” tambahnya.
Oleh karena itulah, imbuhnya, dibutuhkan strategi kebudayaan yang mampu menjawab, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan. Dia mengungkapkan, kini pihak Ditjen sendiri tengah merancang induk pemajuan yang akan melibatan kabupaten/kota, provinsi hingga ke tingkat nasional.
Dari strategi kebudayaan itu dapat disusun perencanaan induk permajuan dan semua yang direncanakan di awa…